[x] close
[x] close

New User Sign Up

IndonesiaIndonesia

Liga Indonesia

16 Januari 2013 | 15:58

Andritany: Tak Ada Fair Play di Sepak Bola Indonesia

Andritany Ardiansyah mengungkapkan permainan sepak bola di Indonesia cenderung keras. (Foto: Hilman - Soccer)

Sepak bola sangat menjunjung tinggi sikap fair play. Hal itu berlaku di dalam dan di luar lapangan. Namun, situasi di persepakbolaan Indonesia justru sebaliknya. Ketika di dalam pertandingan, banyak terlihat pemain melakukan terjangan-terjangan keras yang potensi membuat lawan cedera.

Hal itu dirasakan betul oleh mantan kiper timnas U-23 yang berlaga di SEA Games 2011 lalu, Andritany Ardiansyah. "Fair play agak jarang terjadi di sepak bola nasional. Di sini permainan agak keras," ujar kiper berusia 22 tahun itu ketika ditemui di Jakarta, Rabu (16/1).

Menurut mantan pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann, ada sebab yang membuat kekerasan di dalam sepak bola Indonesia marak terjadi. "Kekerasan tercipta di benak pemain lantaran mereka mendapat bimbingan dan arahan yang keliru ketika masih muda. Pembentukan karakter pemain paling tepat terjadi pada usia 10-12 tahun. Jika pada usia tersebut mendapat arahan yang salah, pemain akan muncul menjadi pesepak bola yang salah saat dewasa," tegas Timo.

Andritany menambahkan, untuk membenahi masalah tersebut, dibutuhkan kerja sama dari seluruh insan pembinaan usia muda di Indonesia. "Jika tak menyeluruh akan sia-sia. Dianalogikan, satu Sekolah Sepak Bola (SSB) salah dalam pengembangan mental pemain. Nantinya dari SSB itu akan muncul satu pemain profesional. Ketika pemain itu berada di lapangan dan bersikap kasar, dia akan mengubah situasi di lapangan. Pemain tersebut akan mendorong pemain lainnya untuk bersikap kasar pula," ungkap kiper berusia 22 tahun itu. (Hilman)

  • Rating :
  • 3/5 (29 votes)

Artikel terkait

Artikel Lainnya


Komentar

Optional: Login below.

comments powered by Disqus