Komunitas
Fans Club
Setahun Koleksi 160 Jersey
Kolektor jersey yang satu ini memang patut diacungi jempol. Meski baru setahun mulai mengoleksi jersey, sampai sekarang Alif Sapto sudah berhasil mengumpulkan kurang lebih 160 jersey . Sekitar 50 jersey di antaranya merupakan jersey original Arsenal.
Sebagai bagian dari kelompok suporter Arsenal Indonesia Supporter (AIS), sudah tentu jersey Arsenal menjadi koleksi favoritnya. Tapi bukan itu saja. Alif juga mengumpulkan jersey-jersey yang memorable bagi dirinya. “Kalau itu memang memorable bagi saya, meski bukan jersey Arsenal, saya akan membelinya,” bilang dia.
Di antara jersey koleksinya, yang paling membanggakan menurut Alif adalah jersey Arsenal home musim 1982-83. “Selain jersey langka, jersey ini juga punya sejarah tersendiri. Saat itu, apparel -nya masih Umbro dan belum memiliki sponsor di musim 1982-83. Berarti umur jersey itu sekarang sudah mencapai 27 tahun,” kata Alif.
Karena memilih yang memorable, Alif tak harus terus membeli jersey Arsenal pada setiap musim. Dia juga tak fanatik harus memiliki jersey lengan panjang atau lengan pendek. “Saya tak harus punya semua jenis jersey Arsenal yang berlaga di Premier League, FA, Carling, atau di Liga Champions setiap musimnya. Saya membeli jersey tergantung mood saja,” aku dia.
Selain jersey Arsenal, jersey lain yang menjadi favorit Alif adalah jersey tandang timnas Indonesia Piala Asia yang bertuliskan nama Firman Utina. Mengapa jadi favorit? “Jersey itu sangat memorable buat saya, karena saat itu bangsa Indonesia serasa bersatu mendukung Indonesia dan membuat timnas bermain luar biasa. Meski tak lolos, namun dunia pasti mengetahui fanatisme suporter Indonesia,” bilang Alif.
Sederet jersey tersebut tentu membutuhkan perawatan khusus. Tapi menurut Alif, dia tak memiliki cara khusus untuk merawat koleksinya. Alasannya, mayoritas koleksi jersey -nya jarang dikenakan.
“Saya cuma menggantungnya di kamar dan dibungkus plastik. Itu untuk jersey yang tak pernah saya kenakan. Untuk jersey yang saya kenakan, biasanya dicuci menggunakan tangan dan memakai pelembut untuk kain sutra. Cukup dicelup lalu diangin-anginkan, tanpa dikucek,” terang Alif. “Saya hanya mengenakan jersey Arsenal, Indonesia, dan Persija. Selain itu, koleksi jersey saya hanya digantung di kamar,” lanjutnya.
Perawatan jersey memang dibutuhkan mengingat proses perburuan semua jersey ini cukup panjang. Alif mengaku memburu lewat counter apparel, factory outlet, forum internet, sampai belanja online. “Ada juga jersey yang merupakan pemberian teman. Jadi tak semua dikumpulkan dengan membeli,” kata dia. “Saya juga pernah mencari jersey tim lokal Liga Indonesia dengan mendatangi langsung sekretariatnya,” imbuh dia.
Sampai kapan Alif akan terus mengoleksi jersey -nya? Dia mengaku tak tahu. “Dulu awalnya saya ingin melengkapi jersey Arsenal. Tapi lama-lama malah merambah ke genre jersey lain sampai ke klub di Divisi Championship dan Liga Indonesia. Saya belum tahu sampai kapan akan terus menambah koleksi jersey . Tak ada batasan untuk itu, kecuali uangnya sudah habis,” pungkas dia sambil bergurau. (Ruri)
Artikel Lainnya
-
Bonny Muhamad: Mobil Kandang
Baru punya satu yang didandani ”jersey home”, Liverpudlian ini niat bikin satu lagi dengan ”jersey away”.
-
Semangat Bedug Ramadhan Enervon C
Enervon C mengadakan lomba bedug Ramadhan yang akan diadakan di 3 kota besar.
-
Turnamen Antarsuporter se-Depok Juventini Cup 2010
Juventus Indonesia Chapter Depok menggelar futsal antarkomunitas suporter se-Depok, pekan lalu.
-
15 Anak Siap Berlaga di Inggris
15 anak hasil program Biskuat Macan 2010 akan berlaga di The 20th Arsenal International Soccer Festival di Inggris.
-
AS-IOP Apacinti Gelar Latihan Terakhir
Latihan terakhir ditujukan agar AS-IOP Apacinti siap secara fisik dan mental saat menjalani latih tanding dengan tiga tim...


Comment n Share on your facebook
Komentar