[x] close
[x] close

Lifestyle

Senin, 10 September 2012 | 05:08 AM

Father vs. Son


Cesare Maldini vs. Paolo Maldini (Foto: Dok. talkSPORT)

Cesare Maldini vs. Paolo Maldini (Foto: Dok. talkSPORT)

Ketika mengakhiri kariernya, tak jarang seorang pesepakbola 'mewariskan' profesi kepada sang anak. Entah atas dasar keinginan pribadi atau sekadar memenuhi harapan orang tua, tetapi banyak anak pesepakbola yang juga memilih karier di dunia yang sama.

Tetapi nasib seseorang tidak ada yang bisa menentukan selain Sang Khalik. Kemampuan dan pencapaian prestasi orang tua tidak melulu dialami sang anak, pun demikian sebaliknya.

Beberapa pemain bersyukur bisa mengecap kesuksesan, apesnya anaknya tidak mampu merasakan hal serupa. Begitu pula sebaliknya, saat seorang anak justru lebih sukses ketimbang sang ayah. (Yosua)

Cesare dan Paolo Maldini
Cesare Maldini adalah salah satu legenda AC Milan. Dia tercatat sebagai pemain pertama yang mambawa I Rossoneri mengangkat trofi di kompetisi Eropa, di samping catatan empat scudetto. Sang anak, Paolo Maldini tak mau kalah. Dia justru pernah mengangkat tujuh trofi dari kompetisi klub-klub Benua Biru serta tujuh scudetto, selain beberapa trofi dan penghargaan lain.

Frank Lampard Senior dan Junior
Sama halnya dengan Maldini. Gelandang Chelsea, Frank Lampard Junior lebih sukses ketimbang sang ayah. Dia membawa Chelsea memenangkan tiga trofi Premier League, empat Piala FA dan menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya pada 2012. Berbeda dengan sang anak, catatan prestasi Lampard Senior justru kalah mentereng. Dia hanya pernah membawa West Ham United dua kali juara di Piala FA dan cuma tampil bagi Inggris sebanyak dua laga.

Johan dan Jordi Cryuff
Beda cerita dengan Maldini dan Lampard. Jordi Cruyff justru tidak 'kecipratan' prestasi dari sang ayah, Johan Cruff. Cruyff muda membawa Manchester United memenangkan Premier League dan membantu Barcelona juara di Piala Super Spanyol, sedangkan sang ayah menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Belanda. Dia memenangkan sepuluh gelar liga, tiga trofi kompetisi Eropa dan beberapa pretasi lain.

Carles dan Sergio Busquets
Satu lagi pasangan ayah dan anak yang saling 'bersaing'. Mereka pernah menjadi andalan Barcelona, yakni Carles dan Sergio Busquets. Carlos merupakan pelapis Andoni Zubizaretta di Barcelona, lain halnya dengan Sergio yang bermain sebagai gelandang jangkar. Total, enam trofi liga, dua Copa del Rey dan satu dari kompetisi Eropa. Sedangkan Sergio berpeluang untuk melampaui ayahnya, usai memenangkan tiga trofi liga, dua Copa del Rey, Liga Champions, satu Piala Dunia dan dua Euro pada usia 24 tahun.

Mazinho dan Thiago Alcantara
Mazinho dan sang anak, Thiago Alcantara bisa dibilang sebagai pasangan ayah dan anak yang sukses. Bagi Brasil, Mazinho pernah memenangkan Piala Dunia, Copa Amerika dan tiga juara Liga Brasil. Sementara Thiago telah meraih tiga trofi liga dan Copa del Rey bersama raksasa Catalan, Barcelona.



comments powered by Disqus
JADWAL TV

LA Galaxy VS Manchester United

Live, Kompas, 24/7, 09.30 WIB

Olympiakos VS AC Milan

Live, Indosiar, 25/7, 06.30 WIB

Real Madrid VS Inter Milan

Live, Indosiar, 27/7, 02.30 WIB

Chelsea VS Olimpija Ljubijana

Live, beIN Sport 1, 27/7, 22.10 WIB

AC Milan VS Manchester City

Live, Indosiar, 28/7, 02.30 WIB

PESTA BRASIL 2014

Football results provided by whatsthescore.com

Widget powered by WhatstheScore.com

||INTERNASIONAL|Liga Inggris|Liga Italia|Liga Spanyol|Liga Dunia|Antarklub|Antarnegara ||INDONESIA|PSSI|Liga Indonesia|Kompetisi Lain|Varia Warta ||TRIBUN|Preview|Lifestyle|On This Day ||KOMUNITAS|Soccer-Babes
Copyright ©2014 Dunia Soccer all rights reserved